Pelita Desa cemara


Disebuah desa terpencil, tepatnya Desa Cemara,kecamatan Kledong. Ada seorang remaja yang hidup sementara di sana . Ya, karena dia adalah pelajar yang berasal dari kota. Namanya Parlin, lelaki tinggi dan berwibawa yang tegas dan punya tekad yang kuat. Suatu hari saat ia menikmati indahnya pemandangan yang masih natural dan ada sebuah pondok milik warga, ia teridur disana dan ia bermimpi bahwa ia bisa mnyejahterakan kehidupan Desa Cemara itu, saat ia terbangun, ia bersikukuh dan bertekad untuk mewujudkan mimpinya.

Perlu waktu bagi Parlin memikirkan rencana untuk mewujudkan mimpinya, beberapa hari ia memperhatikan lagi kehidupan 

desa itu. Ia membuat beberapa coretan tentang rencananya. Hingga suatu hari, ia mendatangi rumah warga untuk meminta bantuan sekaligus persetujuan dari mereka. Cukup mudah berkompromi dengan warga desa tersebut, apapun yang Parlin jelaskan selalu disetujui, bukan karena merek asal setuju saja, tapi penjelasan Parlin memang sangat menyentuh dan sungguh-sungguh. Rencana pertama Parlin ingin membangun sekolah untuk anak-anak didesa cemara tersebut, karena dengan mendidik para masa depan bangsa itu, maka bisa berdampak positif pada keadaan desa nantinya.

Dibalik itu, ternyata ada sepihak warga yang tidak setuju dengan usul Parlin untuk membangun sekolah tersebut. Mereka adalah Pak Kuntang dan Pak kayat, warga terkaya di Desa Cemara. Mereka suka memeras tenaga warga dan hanya diberi upah yang tidak sesuai, dan semenjak ada Parlin , kegiatannya begitu terancam.
“Saya dan Pak Kayat tidak setuju untuk dibangunnya sekolah di Desa Cemara ini, karena untuk apa itu ? hanya membuang buang uang dan tenaga, ” jelas Pak Kuntang dengan Parlin.
” Tapi pak, ini sangat berguna bagi anak anak, mereka perlu belajar membaca, menulis dan berhitung supaya nanti masa depannya bagus ” terang parlin sengan lembut.
“Kalau mereka bisa membaca dan menulis, Apakah ada orang yang bisa makan dari membaca dan menulis? ” Celetuk Pak Kayat dengan meremehkan. Parlin dan warga yang lain hanya tersenyum dan mencoba memberi pengertian pada dua oarang terkaya tersebut.

Untuk melanjutkan rencana tersebut Parlin dan warga yang setuju pergi ke Kantor Camat untuk meminta bantuan dan juga mita persetujuan dari bupati, ia menceritakan dan menjelaskan rencananya dan menyampaikan tantangan yang ia hadapi, dan ternyata Pak Camat dan Bupati siap membantu apapun yang terjadi. Mereka pun langsung turun tangan ke Desa Cemara untuk memberi pengertian pada warga. Berkat inilah , akhirnya Pak Kuntang juga Pak Kayat setuju dengan usul Parlin.
Pelan perlahan bangunan pun mulai berdiri, bangunan sekolah , kantor kepala desa, balai desa juga rumah sakit pun mulai ada didesa cemara. Dua tahun kemudian , Desa Cemara menjadi lebih baik, para nelayan pun makin sejahterah, jalan lalu lintas mulai bagus dan anak-anak pun mengecam yang namanya Pendidikan.

@thx

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s